Setelah melalui perjuangan yang panjang dan melelahkan selama empat tahun untuk mengejar gelar sarjana, akhirnya saat yang dinanti telah tiba. Prosesi wisuda yang ditunggu pun telah tiba, banyak teman dan keluarga yang juga ikut menghadiri momen bahagia itu. Akan tetapi, masih banyak dari teman – teman mahasiswa yang kebingungan untuk menentukan rencana ke depannya akan kemana langkah selanjutnya di arahkan. Bahkan tidak sedikit pula yang memilih untuk rehat sejenak setelah wisuda untuk sekedar menenangkan pikiran atau pun jalan – jalan menyusuri keindahan bumi pertiwi.

Sebenarnya, gak usah pusing – pusing amat kalau memikirkan rencana mau ngapain setelah kuliah berakhir. Sederhananya, sesudah kita menerima ijazah, kita bisa melamar kerja di berbagai tempat dan institusi yang menyediakan lowongan pekerjaan yang sesuai dengan bidang kita yang sudah kita pelajari ketika kuliah, atau bisa juga bisa melamar pekerjaan paruh waktu untuk sementara waktu.

Akan tetapi, apa fakta yang terjadi di lapangan? Banyak lulusan sarjana yang susah untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya, dan juga banyak yang kalah bersaing dengan yang lain di bidang yang sama. Apa dampak yang terjadi kemudian? Banyak sekali lulusan sarjana yang bekerja tidak sesuai bidang yang sudah ditekuninya selama di bangku kuliah. Yang menarik, bahkan sebagian besar orang bahkan tidak bekerja sesuai bidang yang telah ditekuni bertahun – tahun. Apa sebabnya? Salah satunya adalah faktor yang telah disebutkan di atas, selain itu ada banyak faktor juga, seperti kesempatan, kamampuan yang mumpuni, dll.

Sekarang banyak sekali di lapangan kita temui hal yang demikian. Ada orang yang dulunya kuliah jurusan teknik kimia tapi sekarang pekerjaannya adalah pengusaha dan pembicara publik. Ada yang dulu kuliah kedokteran tapi pekerjaannya sekarang menjadi penyanyi dan artis. Banyak sekali contoh kasus di luar sana dengan konteks yang sama tapi dengan kondisi yang berbeda. Memang pada dasarnya bukan jaminan bahwa apa yang kita pelajari di bangku kuliah adalah semata – mata passion yang kita miliki. Tentu terkadang ada passion lain di dalam diri kita yang bahkan itu sudah menjadi hobi keseharian kita. Alih – alih membuang waktu dan tenaga, mungkin passion itu juga bisa menunjang kemampuan kita yang lain dan menjadi nilai plus untuk kita sendiri nantinya.