Mempunyai kantung mata memang terkadang menjadikan kita kurang nyaman karena selain kurang estetik kalau dilihat, juga membuat mata terasa berat karena ada sesuatu yang menggantung di bawah mata. Apa lagi kalau sudah parah biasanya sampai membentuk lingkaran hitam, jadinya malu banget donk kalau dilihat orang, mending kalau dibilang mirip panda masih ada lucu – lucunya, lha kalau dibilang mirip hantu di film horor gimana? Malu banget donk pastinya dan membuat kita nggak percaya diri dengan penampilan yang seperti itu.

Kantung mata dan mata panda adalah masalah yang lazim ditemui pada orang – orang yang bekerja keras sepanjang hari bahkan selesainya hingga larut malam. Akan tetapi, sebenarnya bukan hanya itu saja penyebab seseorang jadi mempunyai kantung mata atau mata panda. Ada beberapa hal yang menjadi faktor mengapa hal tersebut bisa terjadi, apa saja?

Jam tidur yang sangat pendek

Pernah mendengar istilah workaholic? Yup bener banget, orang – orang yang gila kerja dan nggak peduli dengan waktu yang mereka habiskan untuk bekerja. Bahkan dalam beberapa kasus, mereka yang mendapat julukan workaholic ini tidak mau beristirahat ketika waktu istirahat telah tiba, dan memilih untuk melanjutkan pekerjaan dengan dalih agar pekerjaannya cepat selesai dan tidak mempunyai beban lagi. Sekilas memang benar sih, tapi gak sampai over gitu juga kali. Ketika pekerjaan menumpuk, baiknya juga istirahat ketika waktunya telah tiba, apa lagi kalau sudah merasa lelah. Hal inilah yang menjadi faktor utama seseorang mempunyai kantung mata bahkan sampai menyerupai kantong ajaibnya doraemon. Jam tidur yang pendek karena memforsir tubuh untuk senantiasa bekerja adalah penyebab utamanya. Oleh karena itu, boleh bekerja dengan keras, tapi jangan lupa memperhatikan kesehatan juga ya.

Usia yang terus bertambah

Nah untuk yang satu ini memang sudah tidak bisa dipungkiri dan sudah menjadi satu ketetapan yang gak bisa ditolak oleh siapa pun. Usia yang tidak muda lagi bisa menjadi faktor mengapa seseorang bisa mempunyai kantung mata yang terus membesar dari hari ke hari, terlebih kalau kurangnya jam tidur biasanya sampai terbentuk lingkaran hitam seperti panda. Karenanya, menjaga tubuh untuk tetap sehat menjadi pilihan yang harus diutamakan karena semakin bertambah usia, sel dalam tubuh juga akan mengalami perlambatan dalam regenerasi.

Terlalu lama menatap layar

Di jaman yang serba digital ini, gak mungkin donk dalam sehari kita gak menatap yang namanya layar, baik layar laptop, computer, TV, atau hp. Terlebih untuk kita yang kerjanya harus bertatap muka dengan layar sepanjang hari, hal ini harus diperhatikan agar kesehatan mata kita tetap terjaga dan tidak sampai merusak mata. Bukan hanya bisa menimbulkan kantung mata atau mata panda, terlalu lama menatap layar juga menyebabkan mata merah, berair, dan lebih buruknya bisa menjadikan pandangan mata kabur atau rabun jika dilakukan dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mata wajib hukumnya terutama untuk kita yang kerjanya seharian bertatap muka langsung dengan layar.

Terlalu banyak mengonsumsi alkohol dan nikotin

Meminum alkohol untuk melepas stres di pikiran boleh – boleh saja asal kalau dilakukan sesekali dan dosisnya pun tidak sampai melewati batas, akan tetapi hal itu bakal jadi masalah kalau gak dikontrol. Selain bisa menjadi faktor pendukung penyebab timbulnya kantung mata atau panda, konsumsi alcohol berlebih juga akan mengganggu kesehatan tubuh secara menyeluruh dan perlahan akan mengahncurkan dari dalam. Selain alkohol, konsumsi rokok juga harus dibatasi sesuai dengan kebutuhan tubuh masing – masing. Sama seperti alkohol, nikotin juga bisa menyebabkan timbulnya kantung mata karena bisa menghambat aliran darah dalam tubuh sehingga menumpuknya cairan yang sudah masuk ke dalam tubuh.

Dehidrasi

Air adalah minuman utama yang harus dikonsumsi oleh semua manusia, dan kekurangan air bisa membuat seseorang kehilangan keseimbangan dalam berkonsentrasi, bahkan ekstrimnya jika dalam kondisi dehidrasi bisa merusak tubuh manusia, salah satunya adalah membentuk kantung mata dan mata panda karena kekurangan cairan tubuh sehingga kulit menjadi kontraksi. Minum air yang cukup seharusnya sudah menjadi kewajiban setiap orang tanpa diingatkan atau bahkan diperintah.

Beberapa penyebab timbulnya kantung mata dan mata panda tersebut memang berhubungan dengan gaya hidup dan pola konsumsi yang kita lakukan sehari –hari. Oleh karena itu, menjaga kesehatan tubuh sangatlah penting karena kesehatan itu tidak ternilai harganya. Kita hanya bisa membeli obat, tapi tidak pernah bisa membeli kesehatan. Jadi, uang berapa pun tidak aka nada artinya jika kita tidak menjaga kesehatan. Lalu, bagaimana jika sudah terlanjur tidak sehat seperti mempunyai kantung mata atau mata panda? Adakah cara untuk menyembuhkannya atau minimal mengatasi masalah yang sudah terlanjur timbul? Jawabannya adalah ada, berikut cara menghilangkan kantung mata atau mata panda.

Waktu tidur yang cukup

Berapa waktu tidur yang cukup yang sesuai dengan standar kesehatan? Ada yang bilang 7 atau 8 jam, ada juga yang bilang jam tidur itu berbeda dilihat dari usia seseorang. Semua itu benar, tapi yang paling benar adalah tergantung kebutuhan tubuh masing – masing orang. Setiap orang mempunyai aktivitas yang berbeda setiap harinya, memiliki beban pekerjaan yang berbeda, dan juga memiliki pola konsumsi dan gaya hidup yang berbeda juga. Oleh karena itu, jam tidur cukup itu seharusnya tidak dihitung dengan angka, tapi dari jam biologis yaitu dengan mengetahui kadar kecukupan dari tubuh kita akan lama periode yang dibutuhkan untuk tidur. Dengan tidur yang cukup, perlahan kantung mata dan mata panda pasti akan hilang.

Batasi alkohol, nikotin, dan kafein

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa mengonsumsi alkohol, nikotin, dan kafien yang berlebih akan menyebabkan ketidak seimbangan dalam tubuh yang nantinya bisa mengakibatkan kesehatan tubuh kita terganggu. Jika kesahatan tubuh terganggu, proses berpikir pun juga akan terganggu sehingga akan menyebabkan aktivitas yang kita lakukan menjadi tidak produktif. Cara menghilangkan mata panda yang satu ini juga akan berdampak untuk menghilangkan penyakit lainnya dalam tubuh kita. Kalau memang bisa, menghindari hal – hal di atas untuk dikonsumsi akan lebih baik dan beralih ke pola hidup sehat dengan banyak minum air mineral dan makan makanan yang gizinya dibutuhkan oleh tubuh. Selain kantung mata hilang, tubuh akan menjadi lebih segar dan lebih ringan untuk digerakkan.

Kompres mata dengan es

Cara menghilangkan kantung mata yang satu ini bisa dibilang adalah cara yang cukup instan karena efeknya bisa langsung dirasakan dalam waktu relative cepat, tidak seperti solusi – solusi sebelumnya. Akan tetapi, kalau hanya dengan mengompres mata dengan es dan tidak dibarengi dengan gaya hidup sehat ya akan berakhir dengan percuma karena kantung mata akan kembali seperti semula. Selain itu, es memiliki suhu yang sangat rendah dimana hal itu tidak baik untuk ditempelkan ke mata jika dalam frekuensi yang lumayan sering. Oleh karena itu, setelah dikompres, akan jauh lebih baik jika menerapkan pola hidup dan makan sehat.

Tutupi dengan riasan wajah

Ini adalah cara menghilangkan kantung mata yang lebih instan dari pada dikompres dengan menggunakan es. Akan tetapi, menutupi wajah dengan riasan tidak bisa dilakukan oleh semua orang terutama cowok. Masa iya cowok pake concealer? Ya gak apa – apa sih dan gak ada yang ngelarang juga, tapi masa iya sih? Selain itu, riasan wajah atau make up juga tidak memberikan efek permanen untuk menghilangkan kantung mata atau mata panda. Memang sih hilang pas pake make up, tapi kalau udah hapus make up ya bakal kelihatan lagi. Cara ini boleh aja sih dilakukan asal gak sering, karena juga gak mungkin kan demi nutupin kantung mata tiap hari harus pake concealor. Selain ribet, hal tersebut juga menambah biaya yang sebaiknya dilaihkan ke kebutuhan yang lebih mendesak. Karenanya, menerapkan solusi di atas akan lebih direkomendasikan.

Cara menghilangkan kantung mata atau mata panda sebenarnya masih banyak lagi, tapi memang yang paling efektif dan menyehatkan adalah menjaga gaya hidup dan pola konsumsi seperti yang sudah dijelaskan di atas. Dan yang terpenting, bukankan mencegah lebih penting dari pada mengobati?