Nongkrong atau yang biasa disebut cangkrukan oleh orang – orang di jawa timur, terutama Surabaya, adalah suatu kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh beberapa orang dalam rangka menjalin silaturahmi sambil bersantai minum kopi. Bila kita mundur hingga sepuluh sampai dua puluh tahun ke belakang, budaya cangkrukan atau ngopi adalah budaya yang dilakukan oleh para orang tua atau lanjut usia (sekitar 50 tahun ke atas) dalam rangka beristirahat setelah seharian lelah berkecimpung di dalam pekerjaan mereka masing – masing. Akan tetapi, sekarang sudah mulai bergeser dari yang kebanyakan orang – orang tua menjadi kebanyakan anak muda mulai dari usia belasan sampai 30an.

Selain audiens yang semakin bertambah, tempat untuk ngopi pun juga sangat variatif dibanding sepuluh sampai dua puluh tahun lalu. Bila dulu didominasi oleh warung kopi, kini mereka harus bersaing dengan kedai dan café yang juga menjual kopi serupa bahkan lebih variatif dari segi komposisi dan penyajiannya. Memang warung kopi yang eksis mulai dari dulu masih ada keberadaannya sampai sekarang, tapi dengan konsep yang tentunya sangat berbeda dengan sebelumnya. Para pemilik warung kopi harus selalu mengikuti perkembangan jaman agar tidak kehilangan pelanggan karena kedai kopi dan kafe modern mempunyai fasilitas premium untuk semua pelanggannya bila dibanding warung kopi biasa.

Bahkan, banyak sekali sekarang kedai dan kafe yang sudah go online, mengingat di era teknologi informasi ini segala sesuatu tak bisa dipisahkan dengan yang namanya internet. Banyak dari mereka yang membuat website untuk profil dari kedai atau kafenya. Hal ini memang sangat bermanfaat karena pembuatan website tersebut sangat menunjang untuk perluasan pasar dan juga kemudahan booking tempat bila ingin mengadakan acara atau pesta di tempat tersebut.

Tentunya baik warung kopi atau pun kedai kopi mempunyai ciri khas masing – masing. Selain itu, keduanya juga mempunyai pangsa pasar masing – masing dimana warung kopi biasanya dikunjungi oleh orang – orang dari kalangan sederahana sementara kedai biasanya dikunjungi oleh kaum sosialita meskipun sekarang juga sudah terjadi percampuran audiens dalam konteks pelanggan. Terima Kasih sudah membaca, semoga hari anda menyenangkan.