Zona nyaman adalah sebuah kondisi dimana kita merasa baik – baik saja dan semua bisa terkendali dengan baik tanpa kurang suatu apa pun. Sekilas, semua itu terdengar menarik dan mungkin terlihat sangat indah laksana utopia. Faktanya memang begitu, akan tetapi sayangnya bukan hanya itu fakta yang sedang terjadi ketika kita berada di zona ini. Zona nyaman sendiri memliki bahaya laten yang tidak main – main, ia akan membuat kita terlena dan bahkan ‘mati’. Oleh karena itu, perlu bagi kita untuk menyadari apakah kita berada dalam zona nyaman atau tidak. Bagaimana caranya? Kenali tanda – tandanya saat kita mulai merasa sedang dalam di zona nyaman. Apa saja tanda – tandanya?

  • Merasa semua baik – baik saja

Sesuai dengan definisi yang sudah ditulis di atas, ketika berada di zona nyaman, kita cenderung merasa semua dalam keadaan baik – baik saja. Mulai dari kedaan financial, karir, kesehatan, sampai pergaulan sosial terasa aman – aman saja tidak kurang suatu apa pun. Awalnya mungkin itu benar, sampai pada suatu saat kita akan sadar bahwa tidak ada yang aman – aman saja dalam kehidupan ini.

  • Nggak mau belajar hal baru


Sudah nyaman akhirnya jadi malas untuk melakukan hal – hal di luar jangkauan kita adalah salah satu bahaya laten dari zona nyaman. Inilah yang dimaksud dengan ‘mati’ padahal masih hidup selayaknya manusia pada umumnya. Hal itu terjadi karena kita enggan keluar dari zona nyaman dan tidak mau belajar hal – hal baru padahal itu sangat benguna untuk diri kita sendiri nantinya, apalagi kalau hal tersebut memang penting dan dibutuhkan untuk ke depannya.

  • Nggak banget dengan masalah dan kesulitan

Takut untuk menghadapi masalah dan kesulitan adalah salah satu tanda seseorang sedang berada di zona nyaman. Mengapa hal itu bisa terjadi? Apa lagi kalau bukan soal kebiasaan, dan kebiasaan seseorang yang berada di zona nyaman adalah menganggap semuanya aman dan lancar – lancar saja serta tidak terjadi hambatan apa pun. Ketika terbiasa dengan kondisi itu, secara tidak langsung sudah belajar untuk tidak menerima masalah dan kesulitan yang bisa menghambat dan membuat ribet.

  • Pengennya yang gampang – gampang aja

Memang sih pilihan utama untuk kerjain yang gampang – gampang aja dari pada yang sulit itu bukan hal yang buruk. Akan tetapi, ketika sudah pada fase pilih – pilih buat ngerjain yang mudah biar terhindar dari kesulitan, sudah pasti kita sedang terjebak dalam kubangan zona nyaman yang membahayakan diri sendiri dan orang lain yang nantinya terkena dampak, baik langsung mau pun tidak langsung. Boleh sih mengerjakan hal yang mudah, tapi juga nggak boleh nolak buat kerjain hal yang sulit jika hal itu nantinya berguna untuk kita, apalagi kalau itu merupakan kewajiban yang harus kits kerjakan.

  • Gak mau ambil resiko

Sebenarnya hal ini adalah awal mula dari pembiaran diri kita sendiri untuk masuk ke dalam zona nyaman. Istilah popuplernya kita ini kurang menantang diri sendiri untuk melakukan hal yang memiliki resiko demi perkembangan untuk ke depan nantinya. Memang sih gak mau ambil resiko itu bagus untuk beberapa kasus, akan tetapi kalau untuk berkembang kenapa harus takut untuk ambil resiko? Gagal itu adalah yang biasa, sejauh kita tidak berhenti maka peluang untuk berhasil akan selalu ada. Lagian kita juga nggak tahu kan nanti bakal kayak apa, yang terpenting kerjain aja dulu, ambil resiko yang logis, dan biarkan hasil berbicara.