Lord didi; the godfather of broken heart; pak dhe; begitu banyak orang memanggilnya kini. Ya, dia adalah maestro sekaligus legenda hidup musik campursari di Indonesia, didi kempot. Namanya tiba – tiba mencuat begitu saja ke permukaan seperti air yang keluar dari sumbernya. Hal ini cukup menyita perhatian publik di Indonesia karena sejatinya didi kempot yang sudah lama seperti hilang ditelan bumi, tiba – tiba menjadi satu fenomena yang unik dan belum pernah ada sebelumnya. Bagaimana tidak, jika dulu didi kempot terkenal di kalangan para orang tua di tahun 90an dan awal 2000an, kini justru audiens dari sang maestro berubah 180 derajat. Ya benar, didi kempot sekarang justru lebih banyak digemari oleh anak muda dari pada orang tua. Seperti kemunculan sosial media pada era digital ini, didi kempot juga seolah – olah menjadi tempat berkumpulnya anak muda yang patah hati karena cinta. Lord didi secara magis menjadi ruang yang mewadahi para generasi muda untuk berkeluh kesah pada saat masalah asamara sedang menghampiri.

Source: Instagram @didikempot_official

Satu hal yang menjadi pertanyaan adalah: mengapa hal ini bisa terjadi justru di era yang serba modern ini? Mengingat musik yang dibawakan oleh pak dhe adalah music tradisional asli Indonesia dimana tidak banyak orang menyukainya, khususnya generasi muda. Jawaban yang paling mendekati kebenaran mungkin karena didi kempot sendiri konsisten untuk membuat karya yang Sembilan puluh persennya adalah tentang patah hati dan nelangsa asmara. Jaman boleh berganti dan dengan berjalannya waktu juga banyak musisi yang sudah tidak bisa menunjukkan eksistensinya di dunia tarik suara, entah itu karena usia yang sudah tidak memungkinkan untuk berkarya lagi, berganti profesi, atau pun karena memang belum menemukan titik balik untuk menuju masa kejayaan lagi. Akan tetapi, hal itu tidak berlaku untuk sang bapak patah hati nasional. Benar saja, sejak pertama kali menulis lagu di akhir tahun 80an, didi kempot tak pernah berhenti sekalipun dan konsisten terus berkarya. Alhasil, sekitar 700an lagu telah ia tulis selama kurang lebih 30 tahun menjadi penyanyi. Perilaku istiqomah inilah yang mungkin menarik para anak muda untuk berpaling kepada lord didi ketika mereka ingin mengekspresikan rasa sedih dan nelangsa karena percintaan. Jika kita mellihat lebih luas, memang keadaan belatika musik Indonesia sekarang dalam masa krisis; krisis karya yang bagus dan bisa diterima di semua kalangan. Kebanyakan musisi sekarang hanya berkarya untuk audiens dengan segmentasi tertentu, dan juga tidak mampu memupuk eksistensi dalam waktu yang lama layaknya didi kempot.

Source: Instagram @didikempot_official

Selain konsistensi dari sang maestro musik campursari, kreativitas yang tinggi untuk menjaring audiens juga dilakukan oleh manajemen didi kempot. Di era yang mulai mengedepankan digitalisasi ini, lord didi dan tim juga tidak ketinggalan untuk masuk platform – platform digital dimana mereka bisa mempublikasikan karya – karya terbaru dari sang legenda sehingga tidak perlu usah repot – repot mencari label rekaman untuk kemudian diperkenalkan kepada publik. Selain itu, sosial media juga menjadi salah satu kunci kesuksesan didi kempot di era digital ini karena melaui sosial media juga ia bisa berinterakasi dengan penggemarnya –yang sekarang justru kebanyakan anak muda- dengan lebih intens dan membangun komunikasi antara fans dan idolanya. Khususnya twitter –yang penggunanya kebanyakan anak muda yang suka mengeluarkan keluh kesahnya- yang menjadi jembatan komunikasi didi kempot dan penggemarnya. Bahkan, tak jarang lord didi juga memuncaki trending topic di twitter ketika ia sedang manggung atau pun hanya sekedar mengadakan tanya jawab dengan followernya.

Source: Instagram @didikempot_official

Kini, didi kempot telah menjadi satu fenomena yang menyita seluruh pasang mata dari semua penjuru nusantara. Sadbois & sadgirls, sobat ambyar, konco cidro, atau apa pun itu yang berbentuk patah hati dan kesedian karena cinta, obatnya hanya satu yaitu lagu didi kempot. Mendengarkan lagu didi kempot menjadikan kita bisa merasakan bagaimana rasanya patah hati tanpa perlu jatuh cinta terlebih dahulu.

wes samestine ati iki nelongso
wong seng tak tresnani mblenjani janji
opo ora eling naliko semono
kebak kembang wangi jeroning dodo
kepiye meneh iki pancen nasib ku
kudu nandang loro koyo mengkene
remuk ati iki yen eling janjine