Mencari lowongan pekerjaan memang sangat mudah di era digital seperti sekarang ini, akan tetapi seiring dengan bertambahnya populasi manusia di bumi –khususnya Indonesia- menjadikan persaingan antar individu juga semakin ketat. Mak dari itu, tak jarang juga seseorang gagal mendapatkan pekerjaan yang diinginkannya karena dia kalah dalam bersaing dalam tes masuk kerja ke perusahaan tersebut. Akhirnya, rasa kecewa dan galau pun muncul di dalam hati dan terus bertanya – tanya kenapa sih kok ditolak, ya kalau sekali dua kali gak masalah, kalau berkali – kali? Disadari atau tidak, memang pasti ada sesuatu yang spesial dari diri seseorang yang lebih dipilih oleh HRD untuk bekerja di suatu perusahaan, dan di situlah letak kesalahan orang yang selalu ditolak dalam melamar pekerjaan, yaitu tidak mempunyai sesuatu yang spesial untuk ditawarkan kepada perusahaan dimana dia ingin bekerja. Jadi, apa saja yang membuat seseorang berpeluang besar mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang diinginkannya? Berikut tips manjurnya.

Menambah Pengalaman

Baru lulus dan baru mencari pekerjaan kok udah disuruh berpengalaman? Mustahil donk? Ya emang, tapi tunggu dulu bosku jangan salah paham. Maksudnya menambah pengalaman di sini adalah bukan hanya pengalaman bekerja sebelumnya, melainkan pengalaman dalam menjalankan suatu hal atau lebih tepatnya proyek yang berhubungan dengan pekerjaan yang akan kamu lamar itu. Memang sih banyak lowongan kerja yang lebih mencari orang yang berpengalaman di bidangnya. Bisa sih dicoba buat ngelamar pekerjaan di tempat itu, asalkan jangan terlalu berharap karena memang jenis lowongan pekerjaan yang seperti itu lebih memilih seorang profesional dibanding fresh graduate. Sebagai orang yang baru lulus yang minim pengalaman bekerja di korporat, tentunya kamu lebih disarankan untuk mencari lowongan kerja yang lebih mengutamakan menerima seorang fresh graduate. Akan tetapi, jumlah fresh graduate sendiri itu juga tidak sedikit, bukan? Makanya kamu disarankan untuk menambah pengalaman sebelum melamar pekerjaan, baik itu dengan magang saat masih kuliah, kerja part-time, kerja sampingan dengan waktu yang fleksibel, atau pun dengan bekerja sebagai seorang freelancer. Dengan begitum meskipun sebagai seorang fresh graduate, kamu sudah memiliki sesuatu yang spesial yang nantinya bakal menjadi modal tambahan untuk kamu bisa dilirik sama bapak/ibu HRD.

Perbanyak Portfolio

Hal ini berkaitan dengan poin di atas dimana dua hal ini merupakan sesuatu yang berbanding lurus, artinya jika pengalaman bertambah, otomatis nantinya portofolio juga akan bertambah, dan itu juga akan menjadi nilai plus di mata HRD ketika melihat cv yang kamu bawa. Portofolio memang bermacam – macam bentuknya, ada yang merupakan hasil kerja, ilmu yang di dapat, atau pun suatu karya yang bisa ditunjukkan langsung kepada HRD ketika ditanya hal apa saja yang sudah pernah kamu lakukan. Satu hal yang mungkin banyak dilewatkan banyak orang; ternyata HRD juga ingin melihat karya calon pegawai berupa tulisan selama sebelum dia melamar pekerjaan. Oleh karena itu, gak heran juga banyak calon pegawai yang mempunyai porfotolio berupa tulisan -biasanya berupa blog- lebih dilirik karena tulisan secara tidak langsung mencerminkan karakter dan mindset seseorang, dan hal itulah yang paling ingin diketahui oleh HRD karena berhubungan dengan produktivitas kerja nantinya.

Berjejaring

Kamu introvert? Atau ekstrovert? Dua hal itu udah gak penting lagi kalau kamu sudah memasuki jenjang usia dimana kamu diharuskan mandiri secar finansial. Urusan menjadi seorang yang introvert atau ekstrovert itu sudah gak relevan kalau kamu benar – benar ingin mencapai kemajuan dalam berkarir karena selama menapaki dunia kerja semua orang diwajibkan untuk berjejaring satu sama lain dan dengan siapa pun dimana pun selama itu relevan. Bahkan, perjalanan karir seseorang banyak ditentukan dari bagaimana mereka berjejaring untuk kemajuan karirnya kelak. Ya pasti semua ada aturan mainnya sih, jangan asal berjejaring apa lagi sampi merugikan, dan bukan berarti harus jadi orang yang oportunis lho ya.

Bijak dalam Bersosial Media

Pernah dengar kasus seorang mahasiswa batal magang di NASA padahal ia sudah resmi dinyatakan diterima maganag di tempat tersebut? Ya, sebabnya adalah karena sosial media. Singkat cerita, ia sudah diterima magang di NASA dan pamer di twitter dengan sombongnya dan menggunakan kata – kata yang kurang sopan. Sialnya, dia ditegur langsung oleh salah satu petinggi NASA agar lebih sopan dan anak tengil tersebut malah lebih menyombongkan dirinya lagi. Singkat kata, kemudian pihak NASA membatalkan penerimaan magang mahasiswa tersebut. Selidik punya selidik, ternyata mahasiswa tersebut bahwa yang menegurnya di twitter itu adalah calon salah satu bosnya di NASA. Hal ini tentunya jadi pelajaran besar buat kamu yang akan melamar kerja; jangan macam – macam di sosial media. Terlebih lagi, sekarang para pelamar kerja wajib mencantumkan akun sosial medianya di dalam cv yang nantinya bakal dicek sama HRD bagaimana tingkah lakumu selama bermain sosial media. jadi, bijaklah dalam bersosial media.

Manfaatkan Teknologi

Di era digital ini, mencari info lowongan pekerjaan, baik dari yang sudah beberapa hari berlalu sampai lowongan kerja terbaru bisa dicari di internet. Banyak website yang menyediakan info lowongan pekerjaan dari berbagai bidang dan berbagai jenjang pendidikan. Bahkan, lengkap dengan deskripsi pekerjaan dan range gaji yang akan diperoleh nantinya. Selain itu, sekarang juga banyak perusahaan yang membuka lowongan kerja via online, jadi para pencari kerja juga hanya mengirimkan cv lamaran melalui paket yang dikirimkan ke kantor perusahaan tersebut. Selain mencari lowongan pekerjaan via website lowongan kerja, kamu juga bisa membuat profil bisnis di linkedin dengan mencantumkan interest dan skill yang dikuasai, jadi dipastikan info lowongan kerja terbaru akan dikirim secara otomatis ke emailmu. Oh ya, kamu juga bisa berlangganan di website penyedia info lowongan kerja biar bisa dapet info terbaru seputar loker yang kamu cari.

Kuasai Setidaknya Satu Skill

Kemampuan dalam mengerjakan sesuatu adalah hal yang tidak bisa ditawar yang harus kamu kuasai biar bisa dilirik sama perusahaan besar yang sudah kamu impikan. Hard skill dan soft skill sama pentingnya, jadi harus berimbang keduanya untuk terus diasah. Apabila merasa kurang menguasai hard skill tertentu apalagi yang dibutuhkan oleh banyak perusahaan, kamu gak perlu merasa sangat khawatir. Sekarang sudah banyak tersedia ilmu gratis yang bertebaran di internet, dan kamu bisa belajar kapan pun dan di mana pun selama ada internet. Selain itu, jika ingin ilmu yang lebih premium, kamu juga bisa mengikuti seminar atau pelatihan, sekalian berjejaring juga siapa tahu kan bisa dapet kenalan orang penting. Memang sih kadang harga tiketnya gak murah, tapi kalau keuntungannya memang besar kenapa gak?

Itu dia beberapa tips yang bermanfaat banget buat kamu yang lagi mencari pekerjaan, khususnya para fresh graduate. Tapi yang paling penting sebelum melakukan apa pun harus berdoa ya, karena sejatinya manusia hanya bisa berusaha, dan tuhanlah yang menentukan semuanya.