Masa putih abu – abu segera berakhir dalam waktu dekat, dan itu tandanya bahwa kamu harus menempuh pendidikan yang lebih tinggi jika ingin mendalami ilmu di bidang tertentu. Semua kenangan indah selama masa sekolah akan menjadi masa lalu dan sesegera mungkin untuk menyiapkan tubuh dan mental yang lebih bugar untuk ditempa lebih keras lagi agar menjadi seorang yang sukses di masa depan. Teman – teman seperjuangan akan pergi satu per satu dan memilih jalannya masing – masing untuk menggapai mimpi – mimpinya yang telah lama dibangun dalam benaknya. Kampus favorit dan ternama pun menjadi tujuan banyak siswa dan telah bersiap bersaing untuk bersaing dengan ribuan alumni untuk masuk ke kampus impian. Memilih jurusan kuliah tidak pernah menjadi hal yang mudah bagi seorang calon mahasiswa. Bingung, galau, dan kadang kebuntuan menyelimuti hati seorang siswa kemana ia harus melangkah selanjutnya. Tak jarang banyak siswa yang rela mengikuti kursus masuk perguruan tinggi agar bisa lolos tes masuk kampus favorit. Tapi, sebenarnya hal itu tidaklah cukup untuk menentukan perjalananmu ke masa depan terutama pada saat pasca kuliah. Lalu apa saja hal harus dilakukan untuk memilih jurusan kuliah yang benar – benar pas untuk calon mahasiswa?

Minat dan Bakat

Hal ini adalah sesuatu yang sangat penting dan vital untuk dicermati sebelum kamu memilih jurusan kuliah yang pas. Minat dan bakat menjadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Kenapa? Ya bayangin aja kalau kamu berminat pada suatu bidang tapi gak ada bakat, bisa sih tapi akan memakan waktu yang lama untuk bisa melakukaknnya. Sebaliknya, kamu berbakat di satu bidang tapi ternyata nggak berminat mendalaminya, yang ada nanti malah gak jadi karena kamu pasti akan melakukannya dengan setengah hati. Selain itu, kalau ada hal yang kamu suka dan bisa, kenapa gak milih itu aja? Bener gak? Selain enjoy dalam melakukannya, kamu juga akan cepat menjadi ahli di bidang itu. Mengetahui minat dan bakat pada diri sendiri memang terlihat gampang, tapi nyatanya banyak juga orang yang bingung menentukan minat dan bakat mereka sendiri. Hal ini membuktikan bahwa minat dan bakat seseorang itu memang kadang tidak bisa dilihat dengan kasat mata. Kalau minat mungkin lebih mudah untuk menemukannya pada diri sendiri karena hanya cukup dengan melontarkan pertanyaan ‘aku sukanya ngapain ya?’. Akan tetapi, hal itu tidak bisa dilakukan untuk mengetahui apa sebenarnya bakat apa yang sebenarnya kamu miliki. Ada banyak cara mengetahui apa bakat seseorang salah satunya adalah dengan tes bakat. Selain itu, perhatikan kebiasaanmu sehari – hari dimana kamu melakukan banyak hal yang mungkin tidak kamu tidak sadari itu menjadi bakatmu. Lebih lanjut, ada bakat yang dimiliki dari softkill dan ada yang dari hardskill. Softskill adalah yang tidak kasat mata dan tidak terlalu teknis, contohnya kemampuan manajemen, komunikasi, bahas, dll. Sedangkan hardskill lebih ke suatu hal yang teknis, seperti berhitung, membuat sesuatu, dll. Nah, sekarang giliranmu menemukan apa sebenarnya minat dan bakat yang kamu miliki.

Prospek Kerja

Coba tanyakan kepada setiap calon mahasiswa dan orang tuanya pada saat mereka mendiskusikan jurusan kuliah apa yang akan di tempuh si anak saat kuliah dan kenapa si anak memilih jurusan itu, jawabannya hampir pasti karena prospek kerja. Setelah mengetahui apa minat dan bakatmu, langkah selanjutnya yang harus kamu tempuh adalah menemukan prospek kerja pada jurusan kuliah yang akan kamu pilih nanti. Minat dan bakat sudah pas, eh prospek kerjanya kok gak bagus – bagus amat ternyata. Dalam kasus ini, kamu harus berpikir kritis untuk memilih jurusan kuliah. Metodenya bisa saja kamu balik yaitu dengan mencari prospek kerjanya terlebih dahulu. Setelah itu, baru kamu cocokkan dengan minat dan bakatmu apakah itu sesuai atau tidak. Bagaimana jika tidak ada ketidak cocokan? Dari banyak jurusan kuliah, tidak mungkin tidak ada yang cocok, dan sebaiknya kamu pilih yang paling mendekati kecocokan dengan minat dan bakatmu. Ingat, kampus itu tempat belajar. Jadi, kamu masih mempunyai banyak waktu untuk mangasah bakatmu dan meningkatkan minat pada bidang tersebut dengan belajar serajin mungkin.

Cari Referensi

Nggak semua calon mahasiswa itu bisa menemukan minat dan bakat yang dipunyai cocok dengan jurusan kuliah yang sedang ia cari, kadang apa yang dipikirkan tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan, dan hal inilah yang menyebabkan banyak mahasiswa mengalami yang namanya salah jurusan. Namun, hal tersebut tidak perlu kamu takutkan lagi karena sekarang ada teknologi yang namanya internet. Di era digital ini, kamu bisa mencari apa pun di internet, termasuk referensi soal jurusan kuliah. Carilah referensi sebanyak – banyaknya karena itu akan sangat berguna bagi kamu. Selain itu, hal itu untuk mencegah kamu untuk melakukan kesalahan yang fatal yang bisa menyebabkan kamu memilih jurusan yang salah. Tidak ada alasan untuk tidak tahu karena sekarang era informasi sedang berada di puncaknya. Oleh karena itu, mencari informasi sebanyak mungkin –termasuk bertanya pada forum diskusi- bisa membuatmu membuat keputusan yang tepat.

Persaingan

Untuk hal yang satu ini, kamu harus bertanya kepada pada dirimu sendiri; siapkah kamu bersaing dengan banyak orang yang dan bahkan mungkin dengan temanmu sendiri? Terlebih lagi, setiap tahun persaingan yang ada akan semakin ketat dan semakin sulit. Jika kamu memiliki mental yang cukup kuat untuk menerima kekalahan dalam bersaing, kamu boleh masuk ke dalam persaingan yang sengit dengan memilih jurusan kuliah dengan banyak peminat. Sebaliknya, jika kamu adalah orang yang cenderung santai dan nggak terlalu mau berkompetisi, kamu mungkin bisa pilih jurusan kuliah yang peminatnya tidak begitu banyak.

Prediksi Masa Depan

Memprediksi masa depan bukan berarti kamu harus jadi cenayang atau paranormal lho ya. Maksudnya di sini adalah kamu harus mempunyai pemetaan atau bayangan seperti apa keadaan dunia 5 sampai 10 tahun dari sekarang. Mengapa harus demikian? Kamu pasti tahu perkembangan teknologi sekarang berlangsung sangat cepat, dan mau tidak mau itu juga mengubah dunia dengan cepat. Memprediksi masa depan akan lebih membuatmu lebih siap untuk mengambil kuda – kuda mulai dari sekarang tentang mimpimu di masa depan apakah masih relevan atau tidak. Dengan memprediksi masa depan juga, kamu akan mendapatkan bonus mencuri start terlebih dahulu jika berniat membuat inovasi baru di masa depan.

Biaya dan Waktu

Kamu pasti tahu bahwa biaya kuliah itu tidaklah murah. Selain itu, tenaga dan waktu juga banyak dikuras oleh perkuliahan yang berat. Kuliah akan mengorbankan banyak hal termasuk waktu bersenang – senang karena tugas untuk membuat paper mau pun jurnal pasti aka nada di setiap minggu, belum lagi kalau harus membuat laporan dari praktek di laboratorium; ada presentasi, kuis, ujian, dan juga seminar, praktek kerja lapangan, magang, dll. Terlihat sangat berat? Memang seperti tiu faktanya. Oleh karena itu, perlu kamu pikirkan apakah kamu sanggup untuk menjalani itu semua, mengingat setelah kuliah juga harus memikirkan untuk pekerjaan. Terlebih lagi, sekarang banyak pelatihan khusus yang lebih speseifik untuk mengembangkan skill tertentu dan pastinya banyak dibutuhkan untuk industri, sebut saja pelatihan untuk menjadi web designer, android developer, data scientist, data analyst, dll. Sehingga tidak perlu lagi untuk kuliah di jurusan teknik informatika. Bagaimana dengan prospek kerjanya? Sedikit bocoran, jika kamu mengerti soal teknologi, maka kamu akan bisa bekerja apa pun sesuai keinginanmu. Akan tetapi, lain lagi jika ingin menjadi seorang seorang arsitek, kamu wajib untuk kuliah teknik sipil karena memang belum ada pelatihan khusus tentang arsitektur seperti pelatihan pembuatan website.

Tanyakan pada Dirimu

Hal ini sebenarnya menjadi poin utama, tapi sengaja di taruh di bagian akhir karena untuk bahan renungan untuk kamu yang akan mengejar mimpimu. Sebelum memulai semuanya, kamu harus jujur pada dirimu sendiri tentang apa yang kamu inginkan, dan benarkah itu adalah hal yang penting dalam hidupmu. Terlepas dari apa pun cita – citamu, entah itu dengan kuliah teknik informatika atau teknik sipil atau bahkan sastra, kamu harus menyadari bahwa itu semua hanya jalan menuju sukses karena sukses itu bukan tentang menjadi apa dan siapa, tapi tentang seberapa besarkah manfaatmu untuk sesama. Semua akan sia – sia jika kamu hanya sukses sendirian sedang orang di sekitarmu tidak merasakan manfaat dari kehadiranmu karena seberpa suksesnya kamu, itu tidak akan bisa dibawa mati.